Chan Indonesia Teacher
Huatou 話頭

Huatou - secara harafiahnya berarti "kepala (bagian depan) dari sebuah kata yang terucap" - adalah pertanyaan yang diajukan seorang praktisi kepada dirinya sendiri. "Apakah Wu?", atau "Siapakah Aku?" adalah huatou yang umum digunakan. Dalam praktik huatou, seseorang mencurahkan perhatian sepenuhnya untuk mengulang-ulang pertanyaan tersebut tanpa putus. Dalam hal sang praktisi berusaha membangkitkan suatu "sensasi kesangsian besar" (great doubt sensation) untuk pada akhirnya menghancurkannya dan terbangun menuju pencerahan.

Master Ch'an Dahui Zonggao (1089-1163), salah seorang pendukung terbesar praktik huatou, berpendapat bahwa sebelum seorang murid dapat secara efektif menggunakan sebuah huatou, maka meditasi duduk diperlukan guna menenangkan pikiran yang mengembara. Pikiran yang terpencar tidak memiliki fokus atau energi yang diperlukan untuk menciptakan kesangsian besar tersebut. Sehingga dalam melatih murid, guru mula-mula memberinya sebuah metode untuk menyatukan pikiran yang terpencar. Setelah pikiran sang murid stabil dan terkonsentrasi, penerapan huatou dapat menyebabkan munculnya sensasi kesangsian besar.

Kesangsian ini bukanlah sekadar keraguan biasa yang bermaksud mempertanyakan kebenaran dari suatu hal. Kesangsian ini adalah suatu ketidakpastian yang amat fundamental, dilema eksistensial, yang menggoncang kemapanan semua hal dan semua pengalaman-pengalaman yang telah kita ketahui - yakni pertanyaan tentang: siapakah sesungguhnya kita ini serta makna dari kehidupan dan kematian. Karena pertanyaan yang inheren dalam huatou tidak mungkin dapat dipecahkan dengan logika, sang praktisi harus terus-menerus kembali ke pertanyaan tersebut, yang kemudian akan semakin memperbesar "gumpalan kesangsian" tersebut sampai menjadi bagaikan sebuah "bola besi panas yang tersangkut di kerongkongan". Jika sang praktisi mampu mempertahankan energi ini, menjaganya agar tidak buyar, maka massa kesangsian tersebut pada akhirnya akan lenyap dalam suatu ledakan yang dapat menyapu total semua keraguan dari pikiran - tak menyisakan apapun juga selain sifat asli dari pikiran, atau - pencerahan.